Bikin PT Murah

Bikin Syok!! Ini Rincian Modal Jadi Caleg

Langkatoday.com – Ada banyak orang yang tertarik mendaftar menjadi caleg Pemilu 2024. Tentu saja keinginan calon legislatif tersebut ingin membawa perubahan yang baik untuk lingkungan sosial dan negara.

Terlepas dari niatan baik caleg tersebut, banyak masyarakat yang kerap mempertanyakan berapa biaya atau modal jadi caleg selama masa kampanye?

Perdebatan modal biaya kampanye para caleg memang selalu jadi topik pembicaraan hangat setiap 5 tahun sekali.

Beberapa ada yang mengaku bisa menghabiskan minimal 100 juta ada juga yang menghabiskan hingga miliaran rupiah selama masa kampanye.

Lantas benarkah rumor modal jadi caleg bisa menghabiskan hingga miliaran rupiah? Jika iya, uang tersebut dipakai untuk apa saja

Serba-Serbi Isu Modal Jadi Caleg

Layaknya sebuah perusahaan yang ingin memperkenalkan produk baru kepada audiens, para caleg ini juga membutuhkan modal pemasaran supaya profil dirinya diketahui khalayak.

Untuk mencapai tujuan tersebut, bakal calon legislatif ini harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk media pemasaran, seperti memasang baliho, spanduk, program sosial, atribut partai, dan lain sebagainya.

Di lain sisi, para caleg yang sudah terkenal tidak perlu lagi melakukan hal di atas untuk mendapatkan suara.

Mereka hanya perlu menjalin hubungan dengan rekan kerja, masyarakat yang pernah mendukungnya, dan bekerja sama dengan tokoh yang sangat dipercaya masyarakat dapil-nya.

Salah satu caleg yang berhasil menduduki kursi DPR adalah Indah Kurnia dari PDI-P.

Indah adalah mantan karyawan bankir yang juga aktif sebagai panggung dan manajer klub sepakbola Persebaya.

Indah mengaku, dari profesinya tersebut dia mendapat banyak keuntungan dan popularitas. Sehingga dirinya tidak perlu lagi melakukan branding untuk mendapat dukungan dari komunitas.

Melalui artikel yang dirilis oleh Kemendagri, Indah Kurnia mengaku hanya mengeluarkan modal sebesar Rp90 juta untuk menjadi anggota DPR di tahun 2009.

Nominal tersebut tentu sangat murah dibandingkan dengan modal caleg lainnya yang maju dalam kontes pemilihan legislatif pada masa itu.

Di lain sisi, banyak mantan caleg yang bermodal kepercayaan diri dan dana Rp2 miliar untuk kegiatan kampanye harus pasrah karena tersingkir oleh kandidat lainnya.

Lantas, Berapa Modal untuk Jadi Caleg 2024?

Banyak pengamat politik yang sudah melakukan penelitian tentang modal jadi caleg sejak lama. Namun berdasarkan hasil penelitian dari Sofyan Herbowo Direktur Prajna Research Indonesia, menyebutkan bahwa minimal modal yang harus disiapkan caleg sebesar:

  • Calon anggota DPR RI: Rp1 miliar – Rp2 miliar.
  • Calon anggota DPRD Provinsi: Rp500 juta – Rp1 miliar
  • Calon anggota DPRD kabupaten/kota: Rp250 juta – Rp300 juta

Nominal di atas merupakan biaya minimal yang harus dikeluarkan oleh setiap caleg.

Bahkan Sofyan juga menambahkan, seorang public figure papan atas yang maju menjadi calon anggota DPR RI Dapil Jakarta saja masih harus menyiapkan dana sebesar Rp2 miliar untuk modal kampanye.

Biaya Apa Saja yang Dikeluarkan Caleg Selama Masa Kampanye?

Nominal yang disebutkan sebelumnya memang sangat fantastis. Namun jika dilihat dari keperluan dan periode kampanye, menghabiskan dana hingga miliaran rupiah cukup terbilang normal.

Politikus Partai Golkar, Bambang Soesatyo pernah menyampaikan biaya modal jadi caleg akan digunakan untuk berbagai macam hal, salah satunya adalah:

1. Akomodasi ke Daerah Pemilihan

Selama masa kampanye, setidaknya caleg mengunjungi daerah pemilihan minimal 1 bulan sebanyak 2 kali.

Selama kegiatan tersebut, caleg akan mengeluarkan banyak biaya untuk kebutuhan transportasi, penginapan, makan, dan lain-lain yang jumlahnya bisa melebihi perencanaan pertama.

2. Biaya Kampanye

Kedua adalah biaya kampanye seperti menyiapkan logistik, atribut partai berupa kaos kampanye, spanduk, umbul-umbul, baliho, iklan, dan kegiatan promosi lainnya untuk meningkatkan branding si caleg itu sendiri.

3. Bantuan Sosial

Untuk mendapat perhatian dari masyarakat setempat, tak sedikit caleg mengeluarkan biaya besar untuk kegiatan sosial di dapil setempat.

Salah satunya adalah memperbaiki jalan, renovasi musala, masjid, gereja, dan fasilitas umum lainnya.

4. Biaya Pengumpulan Massa

Pengumpulan massa ini biasanya terjadi pada putaran terakhir masa kampanye.

Pada saat ini, biasanya caleg akan mengumpulkan tim suksesnya untuk melakukan orasi terakhir sebelum minggu tenang.

Dalam kegiatan ini, biasanya caleg akan mengeluarkan biaya tambahan untuk akomodasi tim suksesnya untuk menyukseskan orasi terakhir mereka.

5. Biaya Saksi

Kegiatan terakhir yang harus dikeluarkan oleh caleg adalah membayar para saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Umumnya, bayaran setiap saksi berkisar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per orang.

Setiap dapil biasanya memiliki 5.000-10.000 TPS. Jadi anda bisa membayangkan berapa modal yang harus dikeluarkan caleg untuk membayar para saksi-saksi ini, bukan?

Itulah serba-serbi modal jadi caleg yang harus anda ketahui.

Bacaan Lainnya: