Telah Terjadi Lebih dari 30 Kali Gempa Susulan Pascagempa Magnitudo 5.8 di Tapanuli Utara

Langkatoday.com – Hingga Sabtu 1 Oktober pukul 04.30 WIB, hasil monitoring BMKG terhadap gempa di Tarutung Mag. 5,8 menunjukkan telah terjadi lebih dari 30 kali aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 5,1 dan magnitudo terkecil 2,5.

Seperti yang dilansir di laman twitter milik Dr. Daryono, S.Si., M.Si Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yg terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar besar Sumatera segmen renun.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip). Gempa di Tapanuli Utara ini berdampak merusak di Tarutung dan sekitarnya dengan skala intensitas VI MMI.

Baca Juga

Di Sipahutar dengan skala intensitas V MMI. di Singkil dengan skala intensitas IV MMI dan di Tapaktuan dan Gunung Sitoli dengan skala intensitas III MMI.

Darono menambahkan pada 14 Juni 2011 wilayah Tarutung juga pernah diguncang gempa merusak Mag. 5,5 dengan kedalaman 10 km yang dipicu sesar besar Sumatera.

Gempa ini merusak 165 rumah warga dan melukai lebih dari 50 orang. Gempa ini dikenal sebagai gempa Sarulla 2011.

Sebelumnya pada Sabtu, 1 Oktober 2022 pukul 02.28.41 WIB di wilayah Tapanuli Utara, Sumatera Utara diguncang gempa tektonik.

Baca Juga
1 of 166

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,8.

(rel)

-----------

Ikuti kabar terkini lainnya di Google News

Postingan Lainnya