www.domainesia.com

Pegawai Puskesmas Sei Lepan Langkat Dipungli Hingga Jutaan Rupiah

STABAT (Langkatoday) – Pengutipan Liar (Pungli) disebut-sebut terjadi disalahsatu puskesmas yang berada di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Adapun pungli yang dimaksud yaitu, pengutipan uang berkedok untuk membantu operator mengisi Sasaran Kerja Pegawai (SKP).

Hal ini pun disampaikan oleh narasumber yang berkerja di UPT Puskesmas Desa Lama, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, yang meminta identitasnya tak disebutkan.

“Uang SKP, semua puskesmas minta bayaran dengan bermacam ragam harga. Ada yang pertriwulan Rp 100 ribu, ada yang Rp 100 ribu perbulan. Sementara kami tetap buat sendiri SKPnya,” ujar narasumber, Jumat (5/7).

Lanjut narasumber, kejadian terjadi disemua puskesmas yang berada di Kabupaten Langkat.

“ini dikutip sama kepala puskesmas (kapus),” ujar narasumber.

Narasumber pun merinci uang SKP yang harus dikeluarkan.

Per triwulan atau tiga bulan sekali sebesar Rp 100 ribu, jadi setahun Rp 400 ribu.

“Ada puskesmas yang lain perbulan Rp100 ribu, jadi Rp 1,2 juta pertahun,” ucap narasumber.

Pengutipan Ini menurut narasumber sudah dimulai sejak tahun 2023 hingga sampai sekarang.

“Puskesmas kita juga sudah kerjasama, ada yang tukang ngutip duitnya,” ucap narasumber.

Menanggapi isu ini, awak media pun melakukan konfirmasi dengan UPT Kepala Puskesmas Desa Lama, Muharramah Taroreh.

Secara tak langsung ia membenarkan ada pengutipan tersebut. Namun tak ada patokan harga alias seikhlas hati saja.

“Uang Sasaran Kerja Pegawai (SKP) untuk membantu operator saja. Lebihnya kalau enggak ya gak usah,” ujar Taroreh.

“Tak ada patokan harga, seizin hati saja,” sambungnya.

Tak hanya itu, selain membeberkan isu pengutipan uang SKP, pegawai yang bekerja di UPT Puskesmas Desa Lama juga mengalami kecemburuan sosial.

Pasalnya, anak kepala puskesmas yang diketahui berinisial SRM yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Sukarela (TKS) masih terdaftar di database puskesmas.

Padahal yang bersangkutan sudah tak pernah nampak lagi wujudnya di UPT Puskesmas Desa Lama.

“Sekarang sudah tidak lagi, kemarin itu karena untuk akreditasi kita kan perlu. Dan dia (SRM) juga mempuni. Apa salahnya gitu saya pikir, cuma ini udah gak lagi, saya delete dong,” ucap Taroreh.

Taroreh juga menegaskan kalau TKS selama mengabdi di puskesmas tidak mendapat gaji.

Namun informasi yang diperoleh wartawan dari beberapa sumber jika, TKS digaji sebesar Rp 100/150 ribu perbulan, yang bersumber dari iuran para ASN di puskesmas.

“Tidak ada gaji, dan TKS tidak pernah dikutip atau dimintai uang saat mereka masuk. Dan mereka masuk mau mengabdi. Artinya setelah dia masuk, ikuti lah peraturan yang ada di Puskesmas,” tutup Taroreh. (rel/tribun)

------
Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram

Bacaan Lainnya: