Motif Mahasiswa Langkat yang Nekat Gantung Diri Diduga Stres Kuliah

Tim Inafis Polres Langsa saat Identifikasi korban gantung diri dikamar kos. (Foto:newsanalisa.com/Humaspolres)

LANGKATODAY.COM – Seorang mahasiswa, MFIR (18) yang nekat gantung diri dikamar kosan motifnya diduga stres kuliah pada jurusan yang sedang dijalaninya di Unsam, Ahad (25/02)

Kapolres Langsa AKBP Andy Rahmansyah SIK SH MH melalui Kasat Reskrim, Iptu Rahmad S.Sos menyampaikan bahwa korban yang gantung diri di kamar kos diduga stres dengan jurusan tempatnya kuliah di FKIP Unsam.

“Korban yang merupakan warga Langkat, Sumatera Utara ini pernah mengeluh sama orang tuanya, tidak sanggup kuliah dijurusan Matematika FKIP Unsam”, ucap Kasat Reskrim.

“Korban bernama MFIR (18) ini bunuh diri pada Sabtu (24/02/2024) sekira pukul 18.45 WIB ditempat kosannya di Dusun Yusuf Hasyim Desa Gampong Teungoh Kecamatan Langsa Kota”, sebutnya.

Iptu Rahmad menjelaskan, korban juga mempunyai sifat penyendiri (lon wolf) dan gantung diri dengan menggunakan kain sarung warna biru di jendela kamarnya.

“Kejadian ini awalnya diketahui oleh saksi, BZ yang merupakan teman kos sekamar korban yang saat itu baru sampai di TKP dikarenakan pada hari Selasa tanggal 20 Februari 2024 saksi pulang ke kampung halamannya di Kota Tanjung Pura”, jelasnya.

“Ketika hendak masuk ke kamar kos (TKP), kamar dalam keadaan terkunci dan saksi langsung pergi ke belakang rumah untuk mengecek melalui jendela”, ujarnya.

Rahmad melanjutkan, saat itu saksi melihat korban sudah tergantung di jendela. Saksi langsung memberitahu kepada teman-teman kos dan warga sekitar, kemudian nereka membuka paksa pintu kamar kos korban.

“Sementara itu, menurut keterangan dokter RSUD Langsa saat pemeriksaan, mayat diperkirakan telah meninggal 2 (dua) hari dari saat dilakukan pemeriksaan”, katanya.

“Dokter juga menjelaskan bahwa simpul kain sarung yang digunakan untuk gantung diri hidup dan bekas jerat tali di leher berbentuk V terbalik serta tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban”, paparnya lagi.

“Korban ada mengeluarkan darah dikarenakan proses asfiksia (kekurangan oksigen) dan mengeluarkan air semen (spermatozoid)”, ungkap Rahmad. (rel/newsanalisa)

Informasi dan kerjasama bisa dikirim via e-mail: [email protected]

Bacaan Lainnya: