Bikin PT Murah

Adik Anggota Dewan Ini Lakukan Pencabulan di Rumah Dinas Wakil Bupati Langkat

BERITA LANGKAT – Nasib malang menimpa dua bocah berusia belasan tahun yang disodomi dan dilecehkan seorang pedofil Zulfan Sabri (ZS) (33) di Rumah Dinas Wakil Bupati Langkat, pada akhir November 2023 lalu.

Pelakunya diduga salah seorang adik dari pemilik Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Qowwiy Azizi Dusun VI Kurnia Pantai Gemi, Stabat, Kabupaten Langkat.

Hal itu seperti yang disampaikan H, ibu korban sebut saja bernama Bima (12), kepada awak media saat menyambangi kediamannya.

“Kejadiannya saat momen kegiatan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) di Pendopo Jentera Malay, pada akhir November kemarin,” kata H, Rabu (3/1/2024) siang.

Saat itu, kata H, anaknya diajak ZS untuk menginap di Rumah Dinas Bupati Langkat. Di sana, Bima pun mandi untuk membersihkan diri. Tanpa disadari, ZS ternyata merekam bocah polos tersebut yang sedang mandi.

Video rekaman tersebut kemudian ditunjukkan ZS kepada Bima. Hal inilah yang dijadikan ZS untuk mengintimidasi Bima. Ia mengancam akan menyebarkan video itu, jika Bima tak mau melayani nafsu bejadnya.

Alhasil, kemauan manusia laknat itupun dituruti Bima dengan keterpaksaan.

“Anak saya dipaksa untuk menghisap kemaluannya. Kalau anak saya gak mau, dia (ZS) ngancam akan menyebarkan video anak saya sedang mandi,” ketus H dengan nada kesal, sembari menunjukkan sebuah bukti rekaman video.

Tak hanya itu, ZS juga merekam aksi bejadnya itu dan kembali mengancam Bima. Dimana, jika Bima menceritakan kejadian tersebut, ZS mengancam akan menyebarkan video aktivitas seksualnya ke publik.

Mirisnya lagi, tak hanya Bima yang menjadi korban ZS. Teman Bima, sebut saja namanya Damar, juga menjadi mangsa kebuasan nafsu ZS.

“Anak saya sehari sebelum kejadian si Bima juga menjadi korban si ZS,” ketus Er yang juga berada di kediaman H saat disambangi awak media.

Parahanya, Damar tak hanya dipaksa untuk melakukan oral seks, tapi saat itu Damar disodomi oleh ZS.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, ZS mangancam akan membunuh Damar jika menceritakan hal tersebut ke orang tuanya.

Dilindungi Keluarga

Berdasarkan penelusuran tim media Langkatoday.com, kejadian ini sudah berlangsung lama dan memakan banyak korban.

Pelaku selalu di lindungi oleh pihak keluarga yang salah satunya saat ini tengah duduk jadi anggota dewan di Kabupaten Langkat.

Warga Desa Pantai Gemi sangat berharap kejadian ini diungkap dan agar sekolahnya ditutup dikarenakan menjadi tempat kejadian perkara asusila ini.

Respon Polres Langkat

Atas peristiwa keji dan tak beradap tersebut, H kemudian melaporkannya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Langkat.

Pengaduan H pun diterima dengan tanda bukti laporan Nomor : STPL/B/667/XII/2023/SPKT/POLRES LANGKAT/POLDA SUMATERA UTARA, tertanggal 16 Desember 2023.

Besar harapan H dan Er, agar kasus tersebut dapat diungkap oleh aparat penegak hukum.

“Kami berkeyakinan, masih ada korban kebejatan ZS lainnya di luar sana. Proses hukum harus dilanjutkan, agar tidak muncul lagi korban – korban lainnya,” tutur H dan Er kompak.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Dedi Mirza SIK MM saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

“Nanti saya cek dulu ya. Jum’at ini akan kami gelarkan,” tutur mantan Kasat Reskrim Polres Kota Serang ini.

Bacaan Lainnya: