Heboh Marketplace Guru, DPR Usul Diganti jadi ‘Ruang Talenta’

Langkatoday.com – Mendikbudristek berinovasi membuat marketplace guru sebagai tempat untuk semua guru bisa mengajar. Wadah ini menjadi database yang dapat diakses untuk semua sekolah yang ada di Indonesia.

Wacana Nadiem soal ‘marketplace’ guru mendapatkan reaksi negatif dari publik karena berafiliasi dengan kegiatan jual-beli barang.

“Sebetulnya konsep itu head hunter, head hunter itu di mana kita mendapatkan database guru-guru sehingga mudah dicari hanya kalimat marketplace ini tidak enak,” ujar Wakil Ketua Komisi X Dede Yusuf di Kompleks Senayan, Rabu (31/5).

Dede Yusuf menyampaikan keberatannya di ruang sidang. Dia juga memberikan alternatif penamaan lain yakni ruang talenta.

“Di dalam ruang sidang saya sudah menyampaikan agar penggunaan ‘marketplace’ ini diganti jadi ruang talenta, artinya adalah kita mau cari guru dengan kemampuan ini karena tujuannya nanti yang akan memilih adalah dari pusat diserahkan kepada sekolah,” sambungnya.

Menurut Dede, ruang talenta harus dibuat standar tertentu agar tidak memunculkan ketimpangan antar guru. Sehingga guru-guru yang memenuhi kriteria lah yang bisa masuk dalam ruang tersebut.

“Di sisi lain mereka yang tidak bertalenta masuk enggak ke dalam, maka dari itu harus ada standar bagaimana caranya semua guru punya potensi untuk masuk ke dalamnya. Jadi enggak boleh klarifikasi yang bisa masuk yang begini tapi ketika mereka sudah memiliki database, sudah lolos passing grade (PG) mereka bisa masuk database itu,” ungkapnya.

Dede menilai, hal positif dari wadah ini yaitu guru bertalenta akan terdata sehingga memudahkan pihak sekolah dalam mencari guru.

“Buat yang berprestasi/bertalenta tentu akan lebih mudah dicari karena kan kita banyak sekali guru berprestasi tapi tidak ketahuan dan tidak ada databasenya, lebih banyak guru-guru karena kenalan. Jadi di satu sisi database ini bisa membantu para guru-guru berprestasi untuk lebih mudah muncul,” ungkapnya.

Meski demikian, Politikus Demokrat ini memahami tujuan dari marketplace guru itu upaya Kemendikbudristek untuk menyiapkan guru berkualitas ketika daerah tidak mampu mencari guru-guru tersebut.

“Sebetulnya ini salah satu upaya yang disampaikan Kemendikbudristek bahwa ketika daerah tidak mampu memberikan formasi maka pemerintah pusat yang akan menyiapkan itu dengan cara memberikan gaji, dan lain-lainnya langsung ke sekolah dengan cara sekolah harus mencari guru yang cocok sesuai spesifikasi dan lokasi yang ditentukan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Marketplace guru adalah salah satu rencana yang dibuat Menteri Nadiem karena melihat perekrutan tenaga kependidikan atau guru yang masih menyisakan beberapa masalah. Sehingga, Nadiem pun menggagas marketplace guru.

Nadiem menyebutkan guru bisa sangat dibutuhkan pada waktu yang tidak terduga seperti pindah, berhenti, pensiun, ataupun meninggal. Menurutnya, proses perekrutan guru pun dilakukan secara terpusat sehingga bisa saja tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah.

“Guru itu adalah pekerja di dalam sekolah-sekolah kita yang bisa kapan saja pindah, bisa saja berhenti, pensiun, atau meninggal sewaktu-waktu,” ujarnya.

“Perekrutan ini dilakukan secara terpusat karena adanya kekhawatiran bahwa jumlah dan kompetensi guru itu tidak sesuai kebutuhan dan sebenarnya kalau kita sudah punya data dari setiap sekolah, seharusnya yang mengerti kebutuhan rekrutmen itu kembali kepada sekolah,” Nadiem menambahkan.

Sesuai namanya, marketplace guru adalah tempat atau wadah untuk semua guru yang dapat mengajar. Wadah ini menjadi database yang dapat diakses untuk semua sekolah yang ada di Indonesia.

“Marketplace untuk talent guru, di mana akan ada suatu tempat di mana semua guru-guru yang boleh mengajar masuk ke dalam sebuah database yang bisa diakses oleh semua sekolah yang ada di Indonesia,” kata Nadiem.

Informasi dan kerjasama bisa dikirim via e-mail: [email protected]

Bacaan Lainnya: