www.domainesia.com

TNI AL Bantah Tuduhan Keluarga Lettu Laut Eko Damara yang Diduga Bunuh Diri

Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi klarifikasi terkait kematian perwira TNI Angkatan Laut (AL) Lettu Laut Kesehatan dr Eko Damara (31). (Sumber: Youtube Kompas TV)

Langkatoday.com, JakartaKorps Marinir Republik Indonesia melakukan klarifikasi atas meninggalnya seorang perwira TNI Angkatan Laut (AL) Lettu Laut Kesehatan dr Eko Damara (31).

Korps Marinir membantah tuduhan pihak keluarga yang tidak percaya dengan klaim bahwa Lettu Eko Damara meninggal dunia karena bunuh diri.

Sebelumnya, pihak keluarga menyatakan ada sejumlah luka lebam yang ditemukan pada jasad korban Lettu Laut Kesehatan dr. Eko Damara.

Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal (Mar) Endi Supardi mengatakan, pihaknya sudah berupaya berusaha berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk diselesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.

“Tetapi berjalannya waktu dari pihak keluarga ini mengambil langkah menggunakan atau lewat media padahal yang sebetulnya sebelumnya kami sudah menyampaikan lewat asisten kami, apabila ada hal-hal yang kurang berkenan, ada hal-hal yang meragukan, ada hal-hal yang belum puas, silakan koordinasi atau datang kapanpun ke markas Korps Marinir, tetapi rupanya ini tidak ditempuh, bahkan waktu hadir di sini sudah diberikan hasil investigasi, saya kira beliaunya sudah baca, tapi dengan alasan terburu-buru kemudian kembali dan membuat statement seperti itu,” kata Mayjen Endi dalam Breaking News KompasTV, Senin (20/5/2024).

Endi Supardi menyayangkan dari pihak keluarga memilih untuk menyampaikan keraguan atas meninggalnya Lettu Laut Kesehatan dr Eko Damara kepada media online.

“Pak Dedi (kakak dr Eko Damara-red), menyampaikan ke media online dengan pernyataan sepihak yang tidak ada koordinasi dulu dengan pihak kami, dan dalam penyampaiannya ini menurut kami itu beritanya tidak valid, banyak salah, artinya data yang disampaikan tidak benar,” paparnya.

Ia mencontohkan tuduhan pihak keluarga yang tidak benar yakni tempat meninggalnya Lettu Laut Kesehatan dr Eko Damara adalah di kamar mandi.

“Kami dari Korps Marinir, tidak pernah menyebutkan TKP di kamar mandi, kami kejar dari siapa berita itu, beliau tidak mau menyampaikan, hanya menyampaikan dari orang yang bisa kami percaya, artinya tidak terbuka di sana. Padahal yang sesunggunya kejadian adalah di ruang kesehatan” lanjut Endi Supardi.

“Yang kedua, beliau menyampaikan di sini ada bukti lebam-lebam seperti di dekat mata, di tangan dan di punggung, kami langsung cek koordinasi seperti yang sudah hadir di Zoom ini, bahwa beliau-beliau ini sudah di sumpah baik dokter maupun perawat, bahkan saya sendiri Komandan Korps Marinir sudah di sumpah menurut agama masing-masing bahwa kami menyampaikan apa adanya, di foto tidak ada sedikit pun lebam, di pelipis dekat mata maupun di tangan, di sana foto saat dimandikan juga sudah ada dan sudah kami kirimkan,” paparnya.

Selain itu, Endi Supardi mengatakan ada bukti tambahan yang mengarah bahwa Lettu Laut Kesehatan dr Eko Damara diduga bunuh diri yakni berupa note atau catatan di handphone milik Lettu Eko.

Diberitakan sebelumnya, seorang perwira TNI Angkatan Laut (AL) Lettu Laut Kesehatan dr Eko Damara (31) ditemukan meninggal dunia di Poskotis Satgas Mobile, RI-PNG Yonif 7 Marinir, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada 27 April 2024 lalu.

Korban yang merupakan prajurit TNI AL asal Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara itu disebut meninggal dunia karena bunuh diri dengan cara menembakkan kepalanya menggunakan senjata api.

Namun, pihak keluarga tidak percaya dengan klaim bahwa korban meninggal dunia karena bunuh diri. Pasalnya, ada sejumlah kejanggalan yang ditemukan oleh pihak keluarga korban.

Pihak keluarga menyatakan ada sejumlah luka lebam yang ditemukan pada jasad korban Lettu Laut Kesehatan dr. Eko Damara.

Paman korban, Abdul Sattar Siahaan, mengatakan bahwa pihak TNI AL menyatakan bahwa keponakannya tewas karena bunuh diri menggunakan senjata api dengan cara menembakkan kepalanya.

Namun, pihak keluarga tidak percaya dengan klaim TNI AL bahwa Lettu Eko Damara tewas karena mengakhiri hidupnya.

Melainkan, korban Lettu Eko Damara dianiaya terlebih dahulu kemudian ditembak kepalanya hingga akhirnya tewas.

Terlebih, selama ini tidak ada hasil autopsi maupun bukti yang memperkuat bahwa perwira TNI AL tersebut bunuh diri.

Saat jenazah korban Lettuk Eko Damara diberikan kepada pihak keluarganya di Langkat pada April lalu, ditemukan sejumlah luka lebam diduga bekas penganiayaan sundutan rokok.

“Kejanggalan yang kami maksud adalah ditemukan luka lebam yang tidak merata di tubuh korban. Kemudian ada luka seperti sundutan rokok,” kata Abdul Sattar dalam keterangannya kepada Kompas TV yang disiarkan dalam acara Kompas Siang pada Kamis (16/5/2024).

Menurut Abdul Sattar, ada keaneahan pada luka-luka yang ditemukan di tubuh korban. Ia pun mempertanyakan bagaimana mungkin orang yang bunuh diri melakukan penganiayaan terhadap dirinya sendiri.

“Ini sangat aneh,” ujar Abdul Sattar.

Setelah melihat adanya kejanggalan, kata Abdul Sattar, pihak keluarga tidak akan tinggal diam dan akan melakukan pengusutan.

“Makanya kami minta supaya dilakukan autopsi. Hanya autopsi yang kami minta, tidak banyak-banyak,” ucap Abdul Sattar. (rel/kompas)

------
Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram

Bacaan Lainnya: