Integrasi Fisika dengan Ayat Al-Qu’ran

Langkatoday.com – Fisika merupakan ilmu yang menguraikan dan menjelaskan tentang unsur-unsur yang ada pada bumi serta fenomena yang terjadi.

Sebagian orang menganggap fisika adalah suatu pelajaran yang banyak berkhayal dan sulit dikarenakan beranekaragamnya rumus-rumus fisika, padahal fisika akan menjadi lebih mudah dipahami dan menjadi nyata apabila kita kaitkan dengan Al-Qur’an. Seperti yang tertulis pada buku “Eksistensi Fisika dalam Islam” oleh Aliya Destiana.

Gerak menurut KBBI adalah perpindahan tempat atau kedudukan, berdasarkan buku Halliday tertulis bahwa Bumi dan semua yang berada di dalamnya bergerak. Bahkan sesuatu yang diam bergerak sesuai rotasi Bumi.

Orbit Bumi mengelilingi matahari, orbit Matahari mengelilingi pusat Galaksi Bima Sakti dan Perpindahan relatif terhadap galaksi yang lain, hal ini sangat berkaitan dengan firman Allah SWT dalam QS. Yaa Siin ayat 38-40 yang artinya:

“(38) dan matahari berjalaan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi maha mengetahui. (39) dan telah kami tetapkan Bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah sampai manzilah yang terakhir) kembalikah Dia sebagai bentuk tandan yang tua.(40) tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang dan masing-masing beredar pada garis edarnya”.

Hal ini mengungkapkan sebagian rahasia alam semesta yang menjadi bukti bahwa Allah SWT tidak dapat ditandingi oleh makhluk manapun.

Ada ketetapan Allah Yang Maha Kuasa di balik seluruh rahasia alam semesta. Tidak hanya itu dalam fisika juga terdapat hukum kelembaman atau Hukum I Newton yang berbunyi:

“Benda yang diam akan tetap diam atau benda yang bergerak akan tetap bergerak dengan kecepatan konstan sampai ada gaya luar yang mempengaruhinya”

Gaya luar ini dapat berupa tarikan atau dorongan dirumuskan ∑▒〖F=0〗 . Konsep Hukum I Newton ini tertuang dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11 yang artinya:

“Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia”.

Berdasarkan ayat tersebut terlihat bahwa Hukum I Newton ini linear dengan kehidupan bahwa hidup harus ada perubahan jika ingin menjadi lebih baik dari keadaan sebelumnya.

Misalnya, yang biasanya tadarus hanya satu lembar per hari sekarang bisa one day one juz, bagi pelajar biasanya malas belajar sekarang lebih giat belajar sehingga akan mendapatkan hasil yang baik, yang biasanya sholat lima waktu, sekarang ditambah sholat rawatibnya.

Jadi mari kita jemput hidayah atau sesuai Hukum I Newton yakni mencari gaya luar agar kita tidak terus-menerus bergerak dengan kecepatan konstan (tetap).

Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber awal pintu masuk yang menggambarkan sains di alam semesta secara global dan sempurna. Serta menggiring akal manusia untuk mempercayai terhadap Sang Pencipta Yang Maha Agung.

Wallahu a’lam

Kontributor Langkatoday.com

Bacaan Lainnya: