Tsunami Pertama Menghantam Pelabuhan Wijima Setelah Gempa 7,6 Magnitudo

BERITA LANGKAT – Setelah gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo melanda prefektur Ishikawa pada Senin (1/1), gelombang tsunami pertama dilaporkan telah menghantam Pelabuhan Wijima.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) dalam sebuah pernyataan di media sosial mengatakan bahwa gelombang tsunami tersebut ketinggiannya mencapai 1,2 meter.

“Gelombang setinggi 1,2 meter menghantam pelabuhan Wajima di prefektur Ishikawa pada pukul 16.21 waktu setempat,” ungkap JMA seperti dimuat AFP.

Lebih lanjut, JMA memperingatkan adanya potensi tsunami berbahaya setinggi lima meter yang mungkin terjadi di sepanjang pantai utara Jepang Tengah dalam jarak 300 km dari pusat gempa.

Prefektur pesisir seperti Ishikawa, Niigata dan Toyama mendapat peringatan tsunami dari JMA dan warga di sekitar lokasi diminta untuk melakukan evakuasi.

Rekaman yang disiarkan oleh NHK menunjukkan sebuah bangunan runtuh di tengah gumpalan debu di kota pesisir Suzu dan penduduk di kota Kanazawa meringkuk di bawah meja ketika gempa mengguncang rumah mereka.

Melalui video yang beredar, nampak bangunan-bangunan runtuh di Ishikawa. Gempa juga mengguncang bangunan-bangunan di ibu kota Tokyo di pantai seberang.

Penyedia utilitas Hokuriku Electric Power melaporkan lebih dari 36.000 rumah tangga kehilangan aliran listrik di prefektur Ishikawa dan Toyama.

Sementara itu, Otoritas Regulasi Nuklir Jepang mengatakan tidak ada kejanggalan di pembangkit listrik tenaga nuklir di sepanjang Laut Jepang, termasuk lima reaktor aktif di pembangkit listrik Ohi dan Takahama milik Kansai Electric Power di Prefektur Fukui. (rel/rmol)

Informasi dan kerjasama bisa dikirim via e-mail: [email protected]

Bacaan Lainnya: