Jerman Legalkan Ganja, Warga Boleh Tanam untuk Pribadi

LANGKATODAY.COM – Parlemen Jepang telah mengesahkan undang-undang yang mengizinkan warganya menanam dan menyimpan ganja. Namun tetap ada batasan.

Diberitakan The Guardian, Sabtu (24/2) undang-undang ini disahkan oleh kanselir Olaf Scholz dan koalisinya.

Mereka melegalkan penanaman hingga tiga tanaman untuk konsumsi pribadi, kepemilikan 50 gram ganja sekaligus di rumah, dan 25 gram di tempat umum.Tentu saja hal ini memicu perdebatan sengit mengenai pro dan kontra.

“Kami mempunyai dua tujuan, menindak pasar gelap dan meningkatkan perlindungan terhadap anak-anak dan remaja,” kata Menteri Kesehatan, Karl Lauterbach, pada awal perdebatan sengit di mana pihak oposisi menuduhnya mempromosikan penggunaan narkoba.

Politisi Kristen Demokrat Tino Sorge salah satu yang menentang keputusan ini.

“Anda menyatakan dengan sangat serius bahwa dengan melegalkan lebih banyak narkoba kita akan membatasi penggunaan narkoba di kalangan generasi muda… Itu adalah hal paling bodoh yang pernah saya dengar,” katanya.

Penggunaan ganja melonjak di kalangan anak muda. Namun obat-obatan terlarang yang beredar kini menjadi lebih kuat dan tidak murni. Sehingga semakin meningkatkan dampak buruknya terhadap otak.

Sekitar 7 juta orang Jerman diperkirakan menggunakan ganja secara rutin. Pemerintah telah mengatakan bahwa banyak warga yang bergantung pada ganja untuk alasan pengobatan.

Dengan undang-undang baru ini juga akan meningkatkan kualitas ganja yang dikonsumsi oleh semakin banyak generasi muda.

Pembatasan

UU ini berlaku mulai tanggal 1 April mendatang. Orang dewasa akan diizinkan menanam hingga tiga tanaman dan memiliki ganja dalam jumlah kecil.

Tiga bulan kemudian ganja tersebut juga akan tersedia di klub nirlaba berlisensi yang didirikan untuk menanam dan mendistribusikan tanaman ganja. Namun, ganja untuk anak-anak di bawah 18 tahun akan dilarang.

Berpikir Ulang

Para dokter yang menentang perubahan undang-undang tersebut telah memperingatkan, hal itu akan membahayakan kesehatan generasi muda karena membuat obat lebih mudah diakses. Dengan demikian meningkatkan risiko kecanduan.

Penentangan datang dari 16 negara bagian Jerman, yang akan bertanggung jawab untuk mengawasi undang-undang tersebut, termasuk negara bagian Bavaria di selatan yang diperintah oleh Persatuan Sosial Kristen yang konservatif. Mereka mendesak pemerintah untuk berpikir ulang.

Beberapa rekan Lauterbach di Demokrat Sosial juga telah mengeluarkan peringatan, khususnya tentang penggunaan ganja di sekitar sekolah dan taman kanak-kanak. Menteri pun menanggapi, mengatakan undang-undang akan melarang merokok ganja dalam jarak 100 meter dari lembaga pendidikan.

Otoritas kepolisian mengatakan bahwa mereka akan kesulitan menerapkan aturan tersebut. Namun Lauterbach mengatakan bahwa pengawasan terhadap pasar tersembunyi juga sulit dilakukan.

Perubahan undang-undang tersebut menjadikan Jerman negara anggota Uni Eropa ketiga yang melegalkan ganja untuk penggunaan pribadi, setelah Malta dan Luksemburg. (rel/dtk)

Kontributor Langkatoday.com

Bacaan Lainnya: