www.domainesia.com

Breaking News: Tolak Tuntutan Gencatan Senjata, Netanyahu Keras Kepala Ingin Serang Rafah

LANGKATODAY.COM, Gaza – Seorang pejabat Israel-yang tidak mau disebutkan namanya- dan Mousa Abu Marzouk, perwakilan pejabat senior Hamas, keduanya menyalahkan perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu karena menghambat perundingan gencatan senjata saat ini.⁠ Senin (6/5/2024).

Sumber Israel mengatakan kepada surat kabar tersebut, kedua pihak hampir mencapai kesepakatan beberapa hari yang lalu, namun komentar Netanyahu tentang rencana serangan Rafah telah memaksa Hamas untuk “memperkuat” tuntutannya.⁠

“Kami sudah sangat dekat, namun pemikiran Netanyahu yang sempit membatalkan kesepakatan,” kata Abu Marzouk.

Perintah tersebut menyusul pemboman hebat Israel pada malam hari di Rafah, 28 warga sipil dilpaorkan syahid, 8 di antaranya anak-anak. Sebelumnya pada hari Ahad (5/5), pejuang Gaza berhasil menembakkan roket ke penyeberangan Karem Abu Salem, menewaskan tiga tentara Israel.

Militer Israel mulai menyebarkan selebaran merah di wilayah Timur Rafah, yang meminta warga Palestina untuk mengungsi ke al-Mawasi, dan mengklaim bahwa pengungsian tersebut bersifat “sementara”.

Selebaran tersebut berisi: “Kepada semua warga dan mereka yang saat ini berlindung di Kamp Rafah, Kamp Brazil dan lingkungan Al-Shabura dan Al-Zohour. Jika tetap berada di area ini maka akan membahayakan nyawa anggota keluarga anda.”

Tentara Israel tampaknya akan melancarkan serangan yang telah lama mengancam Rafah ketika mereka menginstruksikan warga Palestina untuk meninggalkan sebagian kota di Gaza Selatan.

Update hari ke 212 genosida, Zionist Israel lakukan 3 pembantaian terhadap warga sipil di Jalur Gaza, 28 syahid dan 110 luka-luka selama 24 jam terakhir. Jumlah korban genosida Israel terus meningkat, 34683 telah syahid dan 78018 orang terluka sejak tanggal 7 Oktober lalu.

73% korban genosida adalah wanita & anak-anak. Sementara jumlah korban jiwa akibat malnutrisi dan dehidrasi meningkat menjadi 30+ syahid sebagian besar anak-anak. (rel/gazamedia)

------
Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram

Bacaan Lainnya: