Sehari Jelang Ramadhan, Harga Daging Sapi Naik di Binjai

Langkatoday.com – Sehari jelang datangnya bulan suci Ramadhan 1444 H, harga daging Sapi di sejumlah pasar yang ada di Kota Binjai, mengalami kenaikan.

Seperti halnya di Pasar Kebun Lada (Pasar Pagi) yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara. Pantauan awak media dilokasi, harga daging Sapi di Pasar tersebut mencapai Rp. 140.000/Kg.

Berbeda dengan harga daging sapi pada Selasa (21/3) yaitu Rp. 130.000/Kg.

Diakui salah seorang pembeli daging Sapi yang bernama Devi, harga daging Sapi pada hari ini atau satu hari jelang memasuki bulan suci Ramadan, mengalami kenaikan.

“Ya, harganya hari ini Rp.140.000 perkilonya. Harga ini mengalami kenaikan Rp. 10.000 perkilonya, jika dibandingkan harga kemarin,” ungkap Devi, Rabu (22/3).

Tidak hanya daging Sapi, sebagai ibu rumah tangga yang kerap berbelanja di Pasar tersebut, Devi juga mengatakan bahwa harga daging ayam di sejumlah pasar mengalami kenaikan sejak kemarin.

“Daging ayam dari kemarin perkilonya Rp. 34.000,” tuturnya.

Menyikapi persoalan kenaikan harga daging Sapi, Disnaker Perindag Kota Binjai melalui Analis Perdagangan, Perdamean Simamora, ikut angkat bicara.

Menurutnya, permintaan yang tinggi menjadi alasan sehingga harga sejumlah bahan pokok termasuk daging sapi mengalami kenaikan harga.

“Memasuki Ramadhan dan punggahan ini, tentu permintaan akan meningkat,” ungkap Simamora.

Pun begitu Simamora juga menegaskan, untuk stok bahan pokok selama bulan suci Ramadhan tahun ini, diakuinya masih cukup sesuai apa yang dibutuhkan masyarakat Kota Binjai.

“Sesuai hasil monitoring dan sidak bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Binjai pada Senin, (21/3) untuk stok kebutuhan selama bulan Ramadhan kita nilai cukup,” demikian ungkap Pardamean Simamora.

Sebelumnya, salah seorang pedagang daging Sapi yang mengaku bernama Agus, meminta Walikota Binjai agar tegas dalam membuat kebijakan.

Sebab menurutnya, pasca seluruh pedagang daging sapi direlokasi di lantai ll Pasar Tavip Binjai pada awal tahun lalu, kini sebagian dari mereka banyak yang kembali ke los-los (tempat penjualan) yang berada di bawah.

Akibatnya, mereka yang masih bertahan di lantai ll, seakan mati suri karena sepinya pembeli ditempat mereka.

“Saya berharap pak wali dapat tegas menertibkan pedagang sapi yang ada. Kami yang saat ini berjualan dilantai ll sesuai arahan dari beliau, malah mati suri karena tidak ada tindakan tegas dari Pemko Binjai untuk menertibkan mereka yang berjualan di bawah,” ujar Agus.

Informasi dan kerjasama bisa dikirim via e-mail: [email protected]

Bacaan Lainnya: