Ratusan Rumah Warga di Kabupaten Langkat Terendam Banjir

banjir-langkatoday

LANGKTODAY.COM – Ratusan rumah warga di tiga Kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 60 hingga 80 cm. Banjir terjadi sejak Minggu malam, 9 Oktober 2022, sekitar pukul 22.00 WIB. Tiga kecamatan itu, yakni Kecamatan Sei Lepan, Kecamatan Babalan dan Kecamatan Wampu. Banjir akibat intensitas hujan yang tinggi melanda Kabupaten Langkat.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat. Untuk Kecamatan Sei Lepan, banjir terjadi di Kelurahan Harapan Baru, masyarakat terdampak sebanyak 62 rumah dengan ketinggian air bervariasi antara 30-40 cm.

Kemudian, Desa Lama Baru, masyarakat terdampak sebanyak 20 rumah dengan ketinggian air 50-60 cm.

Baca Juga

“Jumlah total masyarakat terdampak di Kecamatan Sei Lepan sebanyak 82 rumah. Dengan ketinggian air bervariasi 60-80 cm,” ujar Kepala BPBD Langkat, Irwan Seperti dikutip VIVA, Senin, 10 Oktober 2022.

Di Kecamatan Babalan, banjir terjadi di Desa Pelawi Selatan, masyarakat terdampak sebanyak 86 rumah. Desa Pelawi Utara, masyarakat terdampak sebanyak 20 rumah. Desa Securai Utara, masyarakat terdampak sebanyak 50 rumah.

“Jumlah total, masyarakat terdampak di Kecamatan Babalan sebanyak 156 rumah. Dengan ketinggian air bervariasi antara 50-70 cm,” kata Irwan.

Selanjutnya, Kecamatan Wampu, banjir terjadi di Desa Stabat Lama, masyarakat terdampak sebanyak 30 rumah. Desa Gohor, masyarakat terdampak sebanyak 20 rumah.

Baca Juga
1 of 175

“Jumlah total, masyarakat terdampak di Kecamatan Wampu sebanyak 50 rumah, dengan ketinggian air bervariasi antara 40-50 cm,” kata Irwan.

Irwan mengungkapkan, total masyarakat terdampak di Kecamatan Sei Lepan, Kecamatan Babalan dan Kecamatan Wampu berjumlah 288 rumah. Namun, warga masih tetap bertahan di rumah masing-masing. Irwan mengatakan kondisi saat ini, tinggi muka air sungai di Kecamatan Sei Lepan sudah berangsur surut sehingga air yang menggenangi rumah masyarakat juga mulai surut.

“Tinggi muka air sungai dan adanya gelombang pasang air laut di Kecamatan Babalan masih tinggi sehingga air masih menggenangi rumah masyarakat. Tinggi Muka Air sungai di Kecamatan Wampu masih tinggi sehingga menggenangi rumah masyarakat,” ujar Irwan.

Irwan mengatakan untuk upaya yang dilakukan pihak BPBD Langkat, berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa masih terus dilaksanakan. Selain itu, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas untuk pelayanan kesehatan.

“Memonitor prakiraan cuaca dan peringatan dini dari website BMKG dan menyampaikan kepada pihak kecamatan atau pihak desa dan melaksanakan posko siaga di kantor BPBD,” ucap Irwan. (rel)

-----------

Ikuti kabar terkini lainnya di Google News

Info Lowong Kerja terkini bisa dicek disini Loker Today

Postingan Lainnya