Mantan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu Alami Stroke dan Sulit Bicara

Langkatoday.com – Mantan Bupati Langkat, Ngogesa Sitepu kabarnya mengalami stroke dan sulit bicara.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan perkara kepemilikan satwa langka dengan terdakwa Terbit Rencana Peranginangin, Bupati Langkat nonaktif.

Dalam persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Langkat mengatakan bahwa Ngogesa Sitepu tidak bisa hadir lagi memberikan kesaksian.

Alhasil, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari penyidik terhadap Ngongesa Sitepu cuma dibacakan oleh JPU di hadapan hakim Ledis Meriana Bakara.

Karena hal tersebut, kuasa hukum Terbit Rencana Peranginangin, Anggun Rizal protes.

“Terkait dengan sumpah atau keterangan dia (Ngongesa) di penyidikan kami keberatan. Karena apa, itu sangat-sangat tidak bisa mencerminkan rasa keadilan bagi kami,” kata Anggun, Senin (12/6/2023).

Anggun mengatakan, pada dasarnya keterangan saksi guna mengungkap fakta yang sebenarnya di persidangan.

Jadi, kata Anggun, ketika seorang saksi tidak bisa hadir di persidangan, artinya tidak bisa mengungkap tabir supaya terang kejadian perkara ini.

“Maka dari itu kita keberatan walaupun jaksa membacakan kita tetap keberatan. Dan artinya juga sudah selesai kalau saksi dari jaksa termasuk Pak Ngongesa dan lainnya. Tinggal dari kami penasehat hukum menghadirkan saksi A de Charge,” ujar Anggun.

Disinggung soal sakit yang dialami Ngongesa Sitepu, melihat keterangan dokter, Ngongesa mengalami stroke dan tidak bisa berbicara.

“Kami melihat keterangan-keterangan sakitnya dari dokter, Pak Ngongesa seperti mengalami sakit stroke, dan tidak bisa bicara karena radang tenggorokan dan sebagainya, itu versi mereka,” ujar Anggun.

Namun pada prinsipnya, penasihat hukum Terbit Rencana menegaskan, berbicara hukum, Ngongesa Sitepu harus hadir ketika dijadikan saksi di persidangan.

Karena sebelumnya Ngongesa sudah memberikan keterangan dipenyidik.

Sementara itu, meski saksi Ngongesa tak hadir, persidangan tetap digelar dengan mendengarkan keterangan saksi ahli, Dr Edi Yunara.

“Kita sudah bertanya terhadap ahli, dan ahli kita anggap tidak memahami persoalan bagaimana dan mengapa, siapa yang memiliki satwa dilindungi. Tapi ahli menceritakan tekait dengan keahlian dia terkait peraturan perundang-undangan,” tutup Anggun.

Sedangkan itu, sidang satwa dilindungi ini pun ditunda dan dilanjuti pada, Senin (19/6/2023) pekan depan.

Kontributor Langkatoday.com

Bacaan Lainnya: