Gubernur Edy Rahmayadi Bertemu Mentan Laporkan Singapura Tertarik Ayam Sumut

Langkatoday.com, Medan – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, menjamu kedatangan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Sabtu (22/10/2022) malam. Mereka berbagi cerita dan program pembangunan bidang ketahanan pangan, terutama dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan di Sumut, rermasuk pemetaan wilayah berdasarkan ketersediaan pangan.

“Memang kami ini sedang menggeliat meningkatkan pangan, kami terus memetakan bagaimana ketersediaan pangan di masing-masing wilayah Kabupaten dan kota di Sumut, ” kata Edy Rahmayadi kepada Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Pada kesempatan itu, Edy Rahmayadi didampingi Sekdaprov Sumut, Arief Sudarto Trinugroho, melaporkan Singapura yang tertarik terhadap ayam dari Sumut.

Baca Juga

“Kemarin ada yang datang ke mari dari Singapura, tertarik dengan ayam-ayam Sumut, sebelumnya mereka menggunakan ayam dari Malaysia, ini sedang dibahas,” kata Edy.

Selain itu, Gubernur Edy juga melaporkan saat ini ada beberapa kebutuhan pangan Sumut yang surplus diantaranya beras, cabai merah, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, dan minyak goreng.

Adapun kebutuhan pangan yang masih perlu ditingkatkan produksinya antara lain bawang merah, bawang putih, dan gula pasir. “Untuk gula pasir ini kami sedang garap tebu di lahan seluas 20.000 hektar di Langkat, ” ungkap Edy.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengharapkan Sumut menjadi lumbung pangan nasional. “Saya berharap di tangan Pak Gubernur Sumut bukan hanya bisa memenuhi kebutuhan Sumut, tapi juga nasional, Sumut membela negara, Insya Allah kita bisa capai, saya siap apapun Pak Gub mau di sini, saya siap, ” kata Syahrul.

Baca Juga
1 of 159

Menurut Mentan, pertanian bisa memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Semasa Ia menjabat Gubernur Sulawesi Selatan, pertanian merupakan pendongkrak pertumbuhan ekonomi provinsi.

“Tahun depan kondisi tidak baik, semua harga akan naik, namun kita tidak perlu resah dengan kenaikan harga dunia kalau makanan kita cukup, nasi kita cukup, sayur kita cukup, ” kata Syahrul.

(rel)

Postingan Lainnya