Waspada Awan Panas! Simak Fakta-fakta Erupsi Gunung Semeru

LANGKATODAY.COM – Erupsi Gunung Semeru kini terjadi lagi mulai sejak hari Minggu, 4 Desember 2022, sekitar pukul 02.46 WIB. Menurut PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) Aktivitas Gunung Semeru menjadi meningkat sampai level 4. Hal tersebut ditandai berupa luncuran Awan Panas Guguran (APG).

Akibat peristiwa tersebut membuat banyak warga harus diungsikan. Untuk lebih lengkapnya, simak serangkaian fakta terkait erupsi pada Gunung Semeru berikut ini.

Fakta Terkait Erupsi Gunung Semeru

Erupsi pada Gunung Semeru yang terjadi pada 4 Desember 2022 ini mengingatkan pada peristiwa yang serupa pada 4 Desember 2021 yang lalu. Akibat Letusan Gunung Semeru tersebut membuat banyak warga sekitar harus mengungsi. Untuk lebih detailnya, berikut ini serangkaian fakta terkait dengan peristiwa erupsi pada Gunung Semeru yang terbaru.

1. Aktivitas Gunung Semeru Meningkat (level 4)

PVMBG mengatakan aktivitas Gunung Semeru naik menjadi level 4, mulai dari “Siaga” menjadi “Awas”. Peningkatan status tersebut terhitung mulai dari Minggu 4 Desember 2022 pada pukul 12.00 WIB. Sumber APG Gunung Semeru bermula dari tumpukan material di ujung lidah lava sekitar 800 meter dari puncak atau Kawah Jonggring Saloko.

Awan Panas Guguran ini berlangsung secara menerus sampai pada pukul 06.00 WIB dengan jarak luncur sampai 7 KM dari puncak menuju ke arah Besuk Kobokan. Selain itu, juga disertai dengan gempa mulai pukul 00.00 – 06.00 WIB pada tanggal 4 Desember 2022. Terekam juga sampai 8 kali gempa letusan hingga 8 kali.

Read More

Kepala Bidang Pencegahan BPBD di Lumajang, menjelaskan bahwa erupsi Gunung Semeru mencapai ketinggian hingga !.500 meter. Pemantauan juga dilakukan untuk melihat proses suplai magma yang masih terjadi dan mengalami peningkatan.

2. Ribuan Warga Mengungsi

Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini terus melakukan update terbaru mengenai terjadinya Erupsi pada Gunung Semeru di Lumajang. Gubernur Jawa Timur juga menyebutkan bahwa sampai saat ini sudah tercatat sekitar 2.000 lebih warga mengungsi ke posko bencana yang sudah tersedia. Posko Pengungsian tersebut tersebar di 12 titik lokasi.

3. Warga Perlu Menjauh

Karena aktivitas erupsi Gunung Semeru mengalami peningkatan, maka PVMBG memberi himbauan kepada warga supaya tidak melakukan aktivitas di daerah dekat Erupsi. Khususnya yaitu pada sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, kurang lebih sejauh 13 km dari puncak Gunung Semeru.

Selain itu, warga juga tidak boleh beraktivitas pada jarak 500 meter pada tepi sungai di sepanjang Besuk kobokan. Hal tersebut karena masih terjadi potensi perluasan awan panas serta lahar yang engalir hingga 17 km dari puncak.

Lebih lanjutnya, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada radius 5 km dari kawah Gunung Semeru, karena daerah tersebut rawan akan bahaya baju pijar.

4. Waspada Akan Awan Panas

Masyarakat juga selalu dihimbau untuk selalu waspada dengan potensi Awan Panas Guguran (APG). Selain juga juga perlu waspada mengenai guguran lava serta lahar di daerah sekitar aliran sungai atau lembah yang berhulu dengan puncak Gunung Semeru. Daerah yang terkait aliran sungai tersebut yaitu sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Kembar, Besuk Bang, serta Besuk Sat.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak terpancing berita yang kurang bertanggung jawab terkait aktivitas Gunung Semeru. Selain itu, masyarakat juga perlu mengikuti arahan dari instansi langsung yang berwenang. Badan Geologi juga akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB serta k/L, pemda, dan instansi yang berhubungan lainnya.

5. Karakter dari Erupsi pada Gunung Semeru

Pada Konferensi Pers PVMBG, mengatakan bahwa Erupsi Gunung Semeru saat ini memiliki karakter berupa erupsi eksplosif serta akan berselang-seling dengan karakter erupsi efusif. Letusan abu Gunung Semeru tersebut memiliki tipe vulkanian yang terjadi setiap hari. Terkadang juga guguran lava dan awan panas guguran. Aliran APG tersebut mengarah ke daerah hulu Besuk Kobokan, Besuk Kembar, serta Besuk Bang.

6. Puncak Gunung Semeru Masih Menyimpan Endapan

Aktivitas APG masih bisa berpotensi terjadi, karena pada puncak Gunung Semeru masih menyimpan endapan material. Selain terjadi awan panas, aliran lahar juga berpotensi untuk terjadi. Hal tersebut karena curah hujan yang tinggi masih cukup tinggi di daerah Gunung Semeru. Pemantauan deformasi juga masih menunjukkan akan terjadinya peningkatan tekanan pada proses terjadinya suplai magma. Selain itu, pemantauan area panas mengindikasikan adanya tumpukan material panas di kawah Gunung Semeru.Penyebabnya yaitu karena adanya anomali thermal kurang lebih sekitar 12 Mw pada area kawah.

Demikian informasi mengenai serangkaian fakta terkait erupsi Gunung Semeru yang perlu kita ketahui. Untuk itu, perlu adanya kewaspadaan mengenai bencana alam yang sedang terjadi tersebut, khususnya untuk masyarakat di daerah terdekat serta terkena dampaknya. (rel)

-----------

Ikuti kabar terkini lainnya di Google News

Butuh Website? Hubungi Dapur Website Indonesia

Related posts