Antara Lato-lato, Pentingnya Belajar Sejarah dan Sunnatullah

Gen Saladin | @gen.saladin | t.me/gensaladin

Kadang, bahkan seringkali, hikmah luarbiasa bisa kamu dapatkan dari hal-hal yang sederhana. Misalnya, pada quote nasihat yang ada di bagian belakang truk yang pernah ku baca, “hidup kami memang kurang tidur, tapi kami punya banyak mimpi”, atau juga dari seorang anak yang tersenyum girang berangkat ngaji sore-sore, sampai pada trending Lato-lato yang sekarang suaranya ada di setiap wilayah ibu Pertiwi.

Lato-lato yang trending sekarang bukanlah mainan baru. Mainan ini adalah kegemaran anak-anak era 90-an. Ia, kalau kau tadabburi baik-baik adalah “pengulangan sejarah.” Kamu menganggap ini bercanda, kan? Tidak, ini adalah cara sederhana mempelajari hal yang rumit. Dulu ia pernah dimainkan oleh banyak orang, lalu surut dan hilang. Namun kini ia kembali lagi dengan gempuran suaranya yang mengisi jalanan hingga makin hiruk pikuklah kehidupan manusia Indonesia.

Kamu mungkin pernah mendengar quote ini, “sejarah mengulangi dirinya sendiri.” Itu bukan semata-mata kalimat kosong, lho. Dalam ilmunya, ia dinamakan ‘historic recurrence’ (pengulangan bersejarah), dan bahkan dalam fashion saja, hal ini ada pula istilahnya, namanya ‘Gaya Retro’, sebuah upaya untuk mengikuti gaya hidup, tren, atau bentuk seni dari sejarah masa lalu dalam berbagai hal, baik dalam bidang musik, mode, busana, atau sikap.

Ini menjawab siapapun yang pernah bertanya, “apa sih pentingnya sejarah? Kan ia cuma masa lalu?!” Kenyataannya, apa yang terjadi di masa lalu sangat mungkin terulang meski dengan gaya yang berbeda. Ibnu Khaldun saja pernah menulis dalam Kitab Al Muqaddimah, “masa lalu itu menyerupai masa kini melebihi sebuah air yang menyerupai air lainnya.” Dulu ada Ibrahim menghadapi Namrud, lalu di zaman lain ada Musa melawan Fir’aun.

Read More

Pernah ada masanya Umat Islam kalah karena harta rampasan perang di medan Uhud, lalu di zaman lainnya Umat Islam kalah lagi dengan sebab yang sama di Pertempuran Tours. Ada kemenangan luarbiasa di Badar pada zaman Rasulullah, lalu di zaman setelahnya ada pembebasan Palestina era Umar bin Khattab, lalu Penaklukan Konstantinopel di masa Muhammad Al Fatih. Meski kemenangan itu terjadi di zaman berbeda, tapi polanya sama.

Makanya, ternyata belajar sejarah itu penting banget. Supaya kita bisa mempelajari Sunnatullah: yakni apa aja syarat untuk menang dan apa saja sebab-sebab kekalahan. Kalau Lato-lato saja sempat jadi masa lalu dan kini trending lagi, itu pun bisa berlaku bagi siapapun dan umat manapun. “Study the past if you would define the future.” Pelajari masa lalu kalau kau ingin merencanakan masa depan.

Learn history, repeat victory!

-----------

Ikuti kabar terkini lainnya di Google News

Butuh Website? Hubungi Dapur Website Indonesia

Related posts