KontraS Sumut Kecam Penembakan oleh Mantan Kapolres Belawan

Redaksi

- Kontributor

Rabu, 7 Mei 2025 - 12:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

MEDAN (Langkatoday)Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera Utara (Sumut) mengecam tindakan Eks Kapolres Belawan, AKBP Oloan Siahaan, yang menembak dua remaja saat membubarkan tawuran.

Dari kedua remaja yang ditembak tersebut, satu di antaranya bernama Muhammad Suhada meninggal dunia. Remaja berusia 15 tahun itu tewas setelah mengalami luka tembak di bagian perut dan sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Kepala Bidang Operasional KontraS Sumut, Adinda Zahra, meminta aparat kepolisian segera melakukan evaluasi besar-besaran atas penggunaan senjata api (senpi) dalam menangani sebuah dugaan tindak pidana.

Baca Juga:  Viral! Netizen Tuding Ivan Sugianto yang Ditangkap Diduga Palsu: Bisa Pakai Stuntman Juga Ya

“Atas banyaknya letusan senpi kepolisian yang menyebabkan hilangnya nyawa, maka sudah sepatutnya penggunaan senpi oleh personel kepolisian dievaluasi secara total,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/5).

KontraS Sumut juga meminta pimpinan Polri untuk mengetatkan pengawasan serta memastikan aspek legalitas dan prosedur penggunaan senpi berjalan sebagaimana mestinya.

“Menolak penggunaan senpi dalam pengendalian massa tawuran bukan berarti kami mendukung kejahatan. Hanya saja, penggunaan kekerasan sama sekali tidak mengurai akar persoalan utama tawuran yang saat ini didominasi kategori usia anak,” ucap Zahra.

Baca Juga:  Longsor di Sibolangit, 7 Orang Meninggal dan 20 Luka Ringan

KontraS Sumut juga mendesak pimpinan Polri untuk mengusut tuntas kasus penembakan ini secara transparan, profesional, serta dilakukan dengan cara melindungi harkat, martabat, dan rasa keadilan bagi korban.

“Jangan sampai korban dibunuh dua kali, satu kali dibunuh nyawanya oleh peluru polisi, kedua dibunuh karakternya melalui stigma yang dilekatkan bahwa korban pelaku tawuran yang pantas mendapatkan tindakan tegas dan terukur,” tutur Zahra.

Baca Juga:  Mobil TV One Kecelakaan di Tol Pemalang, 3 Penumpang Meninggal Dunia di Tempat

Menurut Zahra, tindakan tegas dan terukur yang dilakukan kepolisian untuk menghentikan aksi pelaku tindak pidana harus dengan cara melumpuhkan bukan merenggut nyawa.

“Kami mengajak masyarakat Sumut untuk sama-sama mengawal pengusutan kasus ini. Dukungan publik terhadap personel yang menggunakan kekerasan dalam penegakan hukum ini hanya akan berkontribusi melahirkan aparat kepolisian yang di kemudian hari semakin ringan tangan menggunakan senpi,” ucapnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

3 Kali Terekam CCTV, Pasutri Pembobol Masjid di Asahan Ditangkap
Atlet Muda Antusias Tunjukkan Kemampuan Lewat UKT di LMD Kampung Jokowi
Menu MBG Berulat, Kadis Kesehatan : Tapi Bukan Belatung
Kinerja Kejari di Daerah Disorot, Ada Kekhawatiran Kriminalisasi Proyek
Bus Sinabung Tabrak Motor di Depan Mikie Holiday, 1 Meninggal
7 Armada Damkar Berhasil Padamkan Api di Asrama Haji Medan
BREAKING NEWS Asrama Haji Medan Kebakaran Siang Ini
KPK Periksa AKBP Yasir Ahmadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalan PUPR Sumut
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Oktober 2025 - 14:10 WIB

3 Kali Terekam CCTV, Pasutri Pembobol Masjid di Asahan Ditangkap

Minggu, 5 Oktober 2025 - 19:20 WIB

Atlet Muda Antusias Tunjukkan Kemampuan Lewat UKT di LMD Kampung Jokowi

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:23 WIB

Menu MBG Berulat, Kadis Kesehatan : Tapi Bukan Belatung

Senin, 8 September 2025 - 21:26 WIB

Kinerja Kejari di Daerah Disorot, Ada Kekhawatiran Kriminalisasi Proyek

Jumat, 29 Agustus 2025 - 20:20 WIB

Bus Sinabung Tabrak Motor di Depan Mikie Holiday, 1 Meninggal

Berita Terbaru