The Vajra

Presiden Prabowo Akan Bangun Penjara Khusus Koruptor Dikelilingi Ikan Hiu

Table of Contents

JAKARTA (Langkatoday) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam memberantas korupsi di Indonesia, termasuk salah satunya dengan wacana memenjarakan para pelaku tindak pidana korupsi di pulau terpencil yang dikelilingi ikan hiu.

Prabowo menyoroti dampak buruk korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat di tingkat pusat maupun daerah, serta pihak swasta yang terlibat.

Menurutnya, praktik korupsi telah menyebabkan berbagai profesi, termasuk guru, perawat, dan petani, mengalami kesulitan dalam mencapai kesejahteraan.

"Anak orang miskin tidak boleh terus miskin. Dia harus bangkit, dan kita harus bantu orang tuanya," tekan presiden berusia 73 tahun itu dalam acara Peluncuran Mekanisme Baru Tunjangan Guru ASN Daerah Langsung ke Rekening Guru yang digelar di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Kamis (13/3), seperti dikutip Bloomberg Technoz.

Untuk memberikan efek jera, Prabowo mendorong aparat penegak hukum agar menempatkan para koruptor di lokasi khusus yang tidak memungkinkan mereka melarikan diri.

Ia mengusulkan pembangunan penjara yang sangat kokoh di pulau terpencil, bahkan memastikan agar tahanan tidak bisa keluar, terutama pada malam hari.

"Kita akan usir mereka dari bumi Indonesia kalau perlu. Saya juga akan siapkan dana untuk membangun penjara di tempat terpencil, dan mereka tidak bisa keluar. Kita akan cari pulau, kalau mereka keluar, biar ketemu hiu," kata Kepala Negara.

Presiden juga menegaskan kesiapannya menghadapi segala risiko dalam upaya pemberantasan korupsi, termasuk jika harus mengorbankan nyawanya.

"Saya tidak akan mundur menghadapi koruptor. Mereka harus mengerti bahwa saya siap mati untuk bangsa dan negara ini. Mafia mana pun saya tidak takut," tuturnya.

Menurut Prabowo, negara dengan tingkat korupsi tinggi cenderung terjerumus dalam kemiskinan. Ia menilai, praktik tersebut tidak hanya merugikan masyarakat luas, tetapi juga berpotensi menghancurkan suatu negara.

"Tidak ada negara yang korupsi gila-gilaan bisa kaya, tidak ada. Korupsi itu jalan menuju kehancuran. Saya tidak akan mundur menghadapi koruptor," ujarnya.

channel whastapp langkatoday