Pentingnya Konsumsi Jamur Salju (Tremella Fuciformis) untuk Mencegah Penyakit Kronis
![]() |
Ilustrasi Jamur Salju, Foto: Dok. Wikimedia Commons/Ron Pastorino |
Oleh: Dana Sartika Margareta Waruwu, Agusniu Telaumbanua dan Tuty Hertati Purba, SKM, M.Kes
Akademisi Institut Kesehatan Helvetia (IKH) Medan
MEDAN (Langkatoday) - Jamur Salju, atau Tremella Fuciformis, adalah jenis jamur yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional dan kuliner di Asia, terutama di China. Jamur ini memiliki bentuk yang unik, seperti rumbai-rumbai tidak beraturan dengan warna putih bening seperti agar-agar, dan tumbuh di kayu yang telah mati atau lapuk.
Selain rasanya yang lezat, jamur salju dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti sifat anti-infeksi, anti-tumor, serta dapat membantu menurunkan kolesterol darah. Jamur ini juga mengandung antioksidan yang melawan radikal bebas dan meningkatkan cairan tubuh, yang bermanfaat untuk menjaga kelembapan kulit dan tubuh. Karena khasiatnya, jamur salju sering digunakan dalam berbagai makanan dan minuman tradisional yang tidak hanya enak, tetapi juga menyehatkan (Aimi, 2023).
Jamur salju tumbuh baik pada suhu 20-30°C dengan kelembaban sekitar 62%. Sebagai jamur yang bisa dimakan, jamur ini sering digunakan dalam makanan dan minuman. Jamur salju bersifat saprofit, yang berarti ia tumbuh pada bahan organik yang sudah mati, namun kadang bisa juga menjadi parasit bagi jamur lain. Jamur ini berkembang biak dengan cara menyebar dan membentuk koloni. Diameter koloni jamur salju bisa mencapai 4,5 hingga 12,5 cm, dengan panjang koloni antara 1 hingga 4 cm (Ghosh, 2016) (Nanda, 2021). Harga jamur salju (Tremella fuciformis) di pasaran Indonesia bervariasi tergantung pada jenis (kering atau segar) dan tempat penjualannya. Salah satu harga umumnya yaitu Jamur Salju Kering: 100 gram: sekitar Rp23.900 - Rp31.500; 500 gram: sekitar Rp91.380 - Rp98.000, Jamur Salju Segar: 500 gram: sekitar Rp98.000.
Jamur salju telah dikenal sebagai obat awet muda di Tiongkok sejak 200 Masehi, tercatat dalam buku pengobatan klasik Shen Nong Ben Cao Jing. Dahulu, hanya kalangan bangsawan atau kaya yang dapat mengonsumsinya karena harganya yang mahal dan langka. Kini, jamur salju populer di kalangan masyarakat Tiongkok, terutama karena manfaatnya yang dipercaya dapat mencegah penuaan dini dan menjaga kecantikan kulit. Jamur salju biasanya dikonsumsi dalam bentuk sup atau hidangan penutup, dan kualitas tinggi jamur salju sering menjadi hadiah yang diberikan kepada orang tua sebagai tanda penghormatan pada acara khusus (Nisa, 2024).
Jamur salju kaya akan gizi dan senyawa bioaktif yang memberikan berbagai manfaat kesehatan (Nisa, 2024). Kandungan gizi Tremella yang paling kuat adalah asam amino, vitamin, mineral, polisakarida, Glucurmomannan 1,3-alfa-glukan, Epitope 9beta-D-glukuronosil), Asam glukuronat, Asam glukuramat, Glucuronoxylomannan, N-asetilglukosamin, Flavonoid, Polifenol, Alkaloid, dan Asam organic (M. Hesam, 2020).
Jamur salju memiliki sifat anti-inflamasi berkat kandungan polisakarida yang berfungsi sebagai antioksidan. Radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan stres oksidatif, merusak sel tubuh, dan meningkatkan risiko penyakit seperti jantung, ginjal, kanker, dan diabetes. Polisakarida dalam jamur salju membantu menetralkan radikal bebas dan mengurangi peradangan, menjadikannya sebagai pengobatan alami yang efektif untuk masalah kesehatan yang disebabkan oleh peradangan kronis (Jesslyn, 2024).
Jamur salju memiliki berbagai manfaat kesehatan lain berkat kandungan polisakarida-nya. Polisakarida ini dapat meningkatkan sistem imun dengan merangsang aktivitas sel-sel imun seperti makrofag, sehingga tubuh lebih tahan terhadap infeksi. Selain itu, jamur salju juga melindungi sel-sel otak dari kerusakan, membantu meningkatkan daya ingat, dan mencegah penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer. Tak hanya itu, jamur salju terkenal karena kemampuannya menjaga kesehatan kulit, dengan membantu mempertahankan kelembapan dan elastisitas kulit, mencegah kehilangan air, dan menjaga kulit tetap sehat dan terhidrasi (Nisa, 2024).
Hiperglikemia (gula darah tinggi), hiperlipidemia (kolesterol dan lemak darah tinggi), dan obesitas adalah masalah kesehatan utama pada lansia. Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh Kim, Elisashvili, dan Jeong menunjukkan bahwa polisakarida dalam jamur tremella dapat membantu mengobati diabetes dan obesitas. Pada tikus, polisakarida tremella menurunkan kadar gula darah, kolesterol, dan trigliserida, serta meningkatkan kolesterol baik (HDL). Selain itu, polisakarida tremella juga mengurangi pembentukan sel lemak dan membantu melawan obesitas dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan bertindak sebagai antioksidan (Xia Ma, 2021). Tremella juga terbukti melindungi tubuh dari radiasi dan kerusakan hati akibat alkohol, dengan mengurangi zat berbahaya di hati seperti malondialdehid (MDA) dan meningkatkan glutathione (GSH) (Xia Ma, 2021).
Pengolahan jamur salju (tremella fuciformis) harus dilakukan dengan hati-hati untuk mempertahankan kandungan gizinya, seperti serat, vitamin D, dan mineral kalsium yang penting bagi kesehatan tulang dan pencernaan. Agar nilai gizi tetap terjaga, sebaiknya jamur tidak dimasak terlalu lama.
Menambahkan bahan alami seperti madu atau kacang hijau dapat meningkatkan gizi tanpa menambah kalori berlebihan, sementara menghindari penggunaan bumbu atau kaldu tinggi garam juga penting untuk menjaga kesehatan. Setelah dimasak, simpan jamur salju dalam wadah kedap udara di lemari es untuk menjaga kesegaran dan kandungan gizinya.
Hingga saat ini, belum ada penelitian yang dilakukan pada manusia mengenai dosis pasti jamur tremella, sehingga penting untuk selalu mengikuti petunjuk penggunaan yang diberikan oleh produsen. Jamur tremella umumnya aman untuk dikonsumsi dan tidak beracun, namun seperti halnya dengan makanan atau suplemen lainnya, mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan dapat berisiko. Oleh karena itu, sebaiknya jamur ini dikonsumsi dalam jumlah yang wajar untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan (Lindsey DeSoto, 2024).
Kesimpulan dari pembahasan mengenai jamur salju (Tremella fuciformis) adalah bahwa jamur ini kaya akan gizi dan senyawa bioaktif yang memberikan berbagai manfaat kesehatan, seperti sifat anti-inflamasi, meningkatkan sistem imun, melindungi kesehatan otak, merawat kulit, serta membantu mengatur kadar gula darah.
Polisakarida dalam jamur salju terbukti efektif dalam mengatasi masalah kesehatan seperti diabetes, obesitas, dan peradangan kronis, serta melindungi tubuh dari radiasi dan kerusakan hati. Meskipun demikian, karena belum ada penelitian yang cukup mengenai dosis yang tepat untuk konsumsi manusia, penting untuk mengikuti petunjuk produsen dan mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar untuk menghindari efek samping.