The Vajra

Dosen dan Mahasiswa IKH Medan Laksanakan Sosialisasi Pemberdayaan IRT di Apotek Varia Medan

Table of Contents

Foto bersama Dosen Institut Kesehatan Helvetia Medan dan pemilik sarana Apotek serta sebagai apoteker penanggungjawab Apotek Varia Medan, Sumatera Utara, Kamis (19/12/2024)

MEDAN (Langkatoday) - Dosen dan Mahasiswa Farmasi Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Helvetia Medan (IKH Medan) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Apotek Varia Medan, Sumatera Utara, Kamis (19/12/2024)

Pada kegiatan bertema tentang “Sosialisasi Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga dalam Pembuatan Probiotik sebagai Alternatif Pengobatan Alami di Apotek Varia Medan 2024” pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen yang beranggotakan apt. Putri Tri Hartini, S.Farm.,M.Farm, apt. Nabila, S.Farm.,M.Farm dan apt. Sry Ulina Karo-Karo, S.Farm.,M.Farm.

Pada kegiatan tersebut, para ibu rumah tangga yang berada di apotek tersebut sangat antusias dalam memperhatikan paparan sosialiasi pembuatan probiotik alami untuk pemberdayaan Ibu Rumah Tangga (IRT).

Pemilik apotek tersebut dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membawa dampak posifit bagi pengunjung Apotek Varia khususnya ibu rumah tangga sebagai pemberdayaan pembuatan probiotik alami tersebut.

"Kami sangat senang dengan adanya kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan pihak kampus IKH Medan, semoga kegiatan ini berdampak positif bagi pengunjung Apotek Varia kedepannya terutama bagi ibu rumah tangga dalam hal pembuatan probiotik alami ini," kata Ibu apt. Mandike Ginting, S.Si.,M.Si.

Kesehatan manusia semakin menjadi perhatian utama di seluruh dunia, terutama dengan semakin maraknya masalah kesehatan yang berkaitan dengan pola makan yang buruk, tingkat stres yang tinggi, dan pola hidup yang tidak sehat. 

Salah satu sistem tubuh yang paling sering terpengaruh oleh faktor-faktor tersebut adalah sistem pencernaan. Gangguan pada sistem pencernaan, seperti diare, konstipasi, dan gangguan metabolik, sering kali menjadi masalah yang membebani masyarakat, terutama di negara berkembang.

Banyak orang yang mencari alternatif pengobatan alami untuk mengatasi masalah tersebut karena kekhawatiran terhadap efek samping obat-obatan kimia. Banyak masyarakat yang beralih kepada pengobatan alami untuk menjaga kesehatan tubuh dan memperbaiki fungsi organ secara keseluruhan.

Salah satu alternatif yang semakin populer adalah probiotik, mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh, terutama dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan. Namun, kendala yang muncul adalah pengetahuan dan keterampilan dalam membuat probiotik secara mandiri di rumah.

Probiotik yang tersedia di pasar sering kali lebih mahal dan kurang terjangkau oleh sebagian besar masyarakat, terutama bagi kalangan ibu rumah tangga yang menginginkan solusi pengobatan alami dan ekonomis.

Permasalahan utama yang dihadapi oleh ibu rumah tangga adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan probiotik yang berkualitas. Kebanyakan ibu rumah tangga belum tahu tentang manfaat dan cara pembuatan probiotik secara sederhana dari bahan-bahan alami yang mudah didapatkan di sekitar rumah, seperti tempe, sayuran, dan buah-buahan.

Di sisi lain, gaya hidup yang sibuk seringkali menjadi penghalang bagi mereka untuk mencari alternatif kesehatan yang lebih alami dan efektif. Selain itu, kurangnya akses ke informasi yang tepat mengenai cara membuat probiotik serta keuntungan jangka panjang dari penggunaan probiotik alami menjadi salah satu alasan mengapa pengobatan alami belum banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan ibu rumah tangga.

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi pemberdayaan ibu rumah tangga dengan mengajarkan cara pembuatan probiotik sebagai alternatif pengobatan alami. Serta untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai manfaat probiotik bagi kesehatan, cara kerja mikroorganisme dalam saluran pencernaan, serta bagaimana cara membuat probiotik dengan bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar rumah.

channel whastapp langkatoday