The Vajra

Ucapan PB HIMALA Indonesia Netral dalam Pilkada Langkat hanya Ungkapan Kosong Belaka

Table of Contents

STABAT (Langkatoday) - Memasuki penghujung waktu pemilihan serentak Kepala Daerah di seluruh Indonesia keadaan semakin menguat dan semakin memanas dalam kontestasi untuk mendapatkan suara sebanyak banyaknya.

Organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan tak luput dari perhatian pasangan calon kepala daerah di masing-masing tempat. Khususnya pada Pilkada Kabupaten Langkat organisasi kemahasiswaan tak luput mendapatkan peranan, dan keadaan ini semakin memanas setelah menjelang hari H Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 27 November mendatang.

Langkat sendiri memiliki dua pasangan calon kepala daerah yaitu H. Syah Afandin - Tiorita Br Surbakti dengan nomor urut (1) dan Iskandar Sugito - Adli Tama Sembiring dengan nomor urut (2). Setelah debat kedua yang panas banyak hal yang terjadi didalam kegiatan tersebut khususnya pada PB HIMALA Indonesia.

Foto pria berseragam hitam memakai logo organisasi HIMALA Indonesia saat mengikuti debat kedua Cabup-Cawabup Langkat di Medan, Senin (11/11) lalu

Beredar foto yang menampakkan almamater PB HIMALA Indonesia berada 1 lift dengan KIM-PLUS (Kualisi Intelektual Muda Pejuang Langkat Untuk Satria) yang merupakan relawan dari pasangan H. Syah Afandin - Tiorita Br Surbakti. Sebelumnya sempat beredar berita bahwa PB HIMALA Indonesia bersikap netral dalam Pilkada Langkat.

Oleh karena itu, Thierry Fahrezi selaku Wakil Ketua PC Himala Aceh kembali angkat bicara "ya ada ku tengok kemarin foto itu, ya itulah yang saat ini kita sayangkan Himala yang seharusnya independent yang tertuang dalam AD/ART Himala sendiri saat ini kita lihat tidak lagi terjadi. Walaupun AD/ART saat ini belum kelar sepenuhnya tapi AD/ART turunan itu ada" ujarnya.

Thierry juga menambahkan "Kalaulah yang Makai almet itu merupakan undangan perwakilan dari PB HIMALA Indonesia tapi saya udah tanya sama sekjendnya dia bilang tak sampe undangannya ke dia. Masa sekelas sekjend saja tak dikabarkan yang jelas merupakan administratif dalam organisasi gimana mau buat surat masuknya kalau sekjend saja tak tau." ungkapannya.

Saat ini memang Pilkada Langkat semakin memanaskan mesinnya mengingat waktu yang sudah tinggal menghitung hari. 

"Kita lihat saja nanti ujungnya seperti apa, tapi juga kita ingatkan kepada kader Himala Indonesia untuk tidak membawa Himala pada perhelatan Pilkada Langkat. Kalau memang membawa personal silahkan tapi jangan membawa Himala dan atribut apapun terkait Himala kedalam politik apalagi pilkada mendatang" pungkas Fahrezi Kepada awak media.

Dalam penutup bicara Thierry menyampaikan pesan "kita berharap Himala bisa menambah kesan pilkada yang damai dan tidak ada pemanfaatan organisasi untuk mendapatkan keuntungan personal semata." (rel/tf)

channel whastapp langkatoday