The Vajra

Pantang Menyerah, Haris Suhanda Jualan Roti untuk Biaya Kuliah

Table of Contents

BINJAI (Langkatoday) - Haris Suhanda (23), mahasiswa semester 5 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Washliyah Kota Binjai.

Haris merupakan pemuda asal Kecamatan Laubaleng, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Demi membayar uang kuliah dan membantu keluarga, Haris rela jualan roti kukus di depan kampus STIT Al Washliyah Kota Binjai yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 148, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara.

Ia mulai berjualan roti pukul 07.00-16.00 WIB, Senin-Sabtu.

Roti dengan varian rasa coklat, choco crunchy, cappucino, tiramisu, vanilla dan srikaya dijual seharga Rp 5 ribu.

"Berjualan sekitar 6 bulan, keuntungan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya kuliah," kata Haris saat ditemui awak media, Jumat (15/11).

Dari hasil jualannya, ia bisa mendapatkan uang 300 ribu perhari. Uang ini ia putar lagi untuk modal belanja jualan esok harinya, sehingga penghasilan bersih perhari 100 ribu. Dari pengasilan ini juga Haris menyisikan untuk uang untuk orang tuanya.

Sebelum berjualan, ia pernah mendapat kesempatan mengajar di salah satu pesantren di Kabupaten Langkat. Namun, karena jarak tempuh yang jauh dari lokasi kuliah menuju tempat mengajar, Haris lebih milih berhenti mengajar dan memutuskan berjualan.

Haris Suhanda begitu mahirnya saat mengoles roti yang siap untuk di konsumsi pelanggan setianya.

Haris mengakui, bahwa sebenarnya ia lebih suka dengan pekerjaannya sebagai pengajar. Namun karena penghasilan dari mengajar itu tidak dapat memenuhi kebutuhannya, ditambah lagi jarak tempuh yang jauh, maka ia mengurungkan keinginannya menjadi pengajar dan lebih memilih untuk mengadu nasib sebagai pedagang roti.

"Lebih enak mengajar, namun soal pendapatan, lebih enak berdagang," kata Kader Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (Himmah) Kota Binjai itu.

Haris berharap mahasiswa dapat mengikuti jejaknya, memanfaatkan waktu luang untuk mengupayakan biaya kuliah secara mandiri, dengan demikian orang tua pun tidak diberatkan dengan beban uang kuliah.

"Jangan harapkan orang tua, kalau bisa kita sendiri yang mencari uang yang Halal untuk biaya kuliah dan membantu orang tua. Karena mahasiswa itu waktunya banyak yang luang. Apalagi di era digitalisasi, semua serba online," paparnya.

Abdul Rahim, salah seorang Dosen STIT Al Washliyah Kota Binjai mengapreasi mahasiswa yang mandiri mencari uang untuk biaya kuliah.

"Mahasiswa yang bekerja sambil kuliah, itu bukan hal gampang, tantangan yang luar biasa. Butuh ketekunan dan kegigihan," kata Rahim yang dulunya juga punya pengalaman kuliah sambil bekerja.

Namun, lanjut Rahim, walaupun penuh tantangan harus bisa dijalani, justru tantangannya itu yang menarik, akan menjadi kepuasan tersendiri jika berhasil melaluinya.

"Beda rasanya kuliah yang dibiayai orang tua, dengan kuliah yang biayanya kita cari sendiri, puasnya itu beda. Apalagi sekarang ini, mahasiswa setelah lulus kuliah dan akan mencari pekerjaan dituntut punya pengalaman kerja," tandasnya.**

channel whastapp langkatoday