The Vajra

Gambaran Pertanyaan Ketika Ta’aruf

Table of Contents

STABAT (Langkatoday) Saat ta’aruf, bertukar biodata saja kiranya tidak cukup untuk mengetahui seputar pasangan yang akan menjadi pendamping hidup, saat ta’aruf berlanjut atau disebut dengan nadzor (pertemuan pertama dengan perantara) inilah saatnya kamu dapat memanfaatkan kesempatan untuk mengetahui tentang dirinya, tentunya dengan pertanyaan-petanyaan ma’ruf (baik) yang tidak keluar dari koridor tuntunan al-quran dan sunah, agar kiranya tidak menyesal dikemudian hari.

Tetapi tidak jarang bukan kita bingung pertanyaan apa yang pantas untuk diajukan, tenang disini kita akan bersama membahasnya yang mungkin akan menjadi solusi bagi kamu. Tetapi pertanyaan ini hanya sedikit gambaran saja bukan berarti tidak dapat menambahkan pertanyaan lainnya.

Pertanyaan Bagi Laki-laki untuk Calon Istri

  • Bagaimanakah tugas istri dalam rumah tangga?
  • Apabila istri bekerja mana yang lebih utama apakah keluarga atau pekerjaan?
  • Bagaiamana seorang istri dalam manajemen keuangan keluarga?
  • Bagaimana istri dalam mendidik anak kelak?
  • Apa yang dilakukan seorang istri jika suami sedang keluar rumah?
  • Bagaimana kepribadian didalam keluarga maupun kehidupan bermasyarakat?
  • Bagaimana keadaan dan karakteristik dalam keluarga istri?
  • Karakter seorang suami seperti apa yang diinginkan?
  • Manakah yang didahulukan suami atau pekerjaan rumah?
  • Bagaaimana manajemen keuangan dalam keluarga jikalau suami memberi uang berlebih?
  • Bagaimana jika suami melarang istri bekerja namun dengan uang pas-pasan?
  • Apakah keluarga telah mengetahui proses taaruf dan apa tanggapan mereka? (jikalau ta’aruf bukan diprantarai orang tua atau keluarga).
  • Bagaimana acara walimah nantinya yang diinginkan?

Pertanyaan Bagi Wanita untuk Calon Suami

  • Bagaimana tugas suami dalam rumah tangga?
  • Baagaimanaa keutamaan tempat shalat bagi laki-laki dan perempuan serta apa makna khusyuk daalam shalat?
  • Bagaimana semangat ketika mencari rezeki untuk mencapai kehidupan yang memadai dikemudian hari?
  • Bagaiman sifat dan kepribadian dalam keseharian baik dengan keluarga maupun masyarakat serta kini aktifitas apa yang sedang digeluti?
  • Bagaimana membimbing dan mendidik istri dan keluarganya?
  • Bagaimanaa kebiasaan dan tradisi didalam keluarga suami?
  • Seorang pendamping seperti apa yang diinginkan apakah karena fisik(kecantikan), keturunan,status social, agamanya. Manakah yang lebih diutamakan?
  • Bagaimana pemahaman keluarga terhadap agama, dan bagaimana sikaf keluarga dalam menerima anggota baru yang masih futur akan ilmu agama yang membutuhkan banyak bimbingan?
  • Bagaimana kriteria dan kepribadian istri yang sejalan dengan suami?
  • Tipe seorang istri seperti apa yang diinginkan? Apakah istri dirumah yang mengurus suami dan anak, istri dirumah mengurus suami dan anak sembari bekerja dirumah freelance, atau istri mengurus suami dan anak serta bekerja diluar rumah?
  • Apakah suami mengijinkan jika dalam manajemen keuangan membantu orang tua baik orang tua suami ataupun istri jika ada kelebihan rezeki masuk ke dalam lits keuangan?
  • Bagaimana manajemen untuk kunjungan silaturahmi kepada orang tua kedua belah pihak?
  • Bagaimana suami menyikapi jikalau orang tua suami maupun istri tinggal seorang diri serta mulai ujur dan orang tua ingin tinggal bersama diusia tuanya?

Pertanyaan Umum

  • Pemahaman terhadap Islam
  • Pengenalan terhadap Allah, Rasulullah, dan Al-quran
  • Tujuan menikah
  • Bagaimana perencanaan dalam membangun keluarga
  • Bagaimana perencanaan tempat tinggal setelah pernikahan
  • Masa-masa terselit dan bagaimana menyikapinya
  • Baagaimana sikafnya jikalau sedang tidak menyukai sesuatu
  • Keadaan keluarga
  • Cara mendidik anak
  • Jumlah anak yang diinginkan
  • Rencana kedepan yang ingin dicapai
  • Bagaimana sikap jika melakukan kesalahan besar
  • Hak dan kewajiban suami istri

Berdasarkan beberapa contoh pertanyaan diatas mungkin bisa menjadi acuan bagi kamu yang bingung ingin mempertanyakan apa kepada calon suami atau istri saat menjalani ta’aruf, namun tentunya pertanyaan-pertanyaan itu sangat luas maka sesuaikanlah dengan kebutuhan kamu. Untuk meminimalisir terjadinya penyesalan setelah pernikahan.

Referensi:

Aditiya, Cetra. (2019). Muslimah Gaul Ta’aruf. Jakarta:Kompas Gramedia.
Hana, Leyla. (2012). Ta’aruf Proses Perjodohan Sesuai Syariat Islam. Jakarta: Kompas Gramedia.

Penulis: Karmila

channel whastapp langkatoday