The Vajra

Seputar Ta’aruf: Pengertian, Kemantapan, prosedur dan tata cara Ta’aruf

Table of Contents

 

Apa Itu Ta'aruf?

Pada zaman Rasulullah orang tualah yang berperan dalam mencarikan jodoh bagi anak perempuannya atau melalui kerabat dekat tanpa anak mencari sendiri dengan melibatkan pihak ketiga sebagai prantara perkenalan  melalui jalan ta’aruf. Tujuan dilakukanya taaruf agar tidak seperti istilah yang tersohor yaitu tidak membeli kucing dalam karung.

Namun pada kenyataanya pada zaman sekarang orang tua sudah membebaskan anak untuk memilih pasanganya sendiri karena faktor perkembangan zaman yang terpengaruh  pada pergaulan budaya barat serta kebutuhan akan mencari pasangan maka muncullah istilah pacaran dengan melakukan berbagai aktivitas yang dapat menimbulkan dosa beasr, seperti berduaaan dengan yang bukan mahram, berkata-kata mesra, berpegangan tangan dll.

Perlu diingat dan ditekankan bahwa  taaruf bukan merupakan proses berpacaran, apalagi sering terdengar bahwa pacaran Islami sama dengan bertaaruf hal ini merupakan kesalahan besar.  Hanya karena ingin melegalkan kegiatan saling berkhalwat atau berduaa-duaan dengan non mahram dan segala aktivitas lainya. Hingga pada akhirnya muncullah istilah taaruf berkedok pacarana Islami.

Jadi Apa Sebenernya Ta’aruf?

Taaruf berasal dari kata ‘arafa yang mengandung arti mengenal atau mengetahui. Sehingga Ta’aruf memiliki arti saling mengenal. Kata arafa tertulis di dalam Al-quran surah al-hujarat ayat 13: “Hai manusia ! sesungguhnya kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan berssuku-suku lita’arafu(supaya kalian aling mengenal)”.

Ta’aruf atau prosses berkenalan dapat dilakukan dengan siapa  saja dengan laki-laki maupun perempuan, baik antarjenis kelamin, antarsuku, antarbangsa dan  sebagainya yang dilakukan sesuai tuntunan Al-quran dan sunah, namun makna ta’aruf seakan lebih sfesifik bagi kamu yang sedang mencari jodoh. Maka ta’aruf antar jenis kelamin yang secara sederhana dapat diartikan sebagai proses pengenalan dan pendekatan antara laki-laki dan perempuan yang akan menikah yang merupakan proses perjodohan ala islam sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum Ta’aruf?

Kemantapan diri, haruskah memantafkan diri sebelum menjalani ta’aruf? Tidak, usahakan sebuah pernikahan yang akan menjalani bahtera rumah tangga dalam kurun  waktu lama, bahkan untuk pergi jalan-jalan saja butuh kemantapan diri . Apalagi ini sebuah pernikahan.

Persiapan Menjalani Ta’aruf

Jika sudah memutuskan untuk menjalani Ta’aruf maka keputusan tersebut bukan main-main kamu harus yakin apakah dirimu sudah siap? karena sudah jelas bahwa ta’aruf dilakukan dengan tujuan untuk menikah. Sebagai bahan pertimbangan apakah kamu sudah siap atau belum. Berikut  beberapa hal yang dapat menjadi acuan:

  • Secara Mental
    Kesiapan mental tidak dijamin dengan kematangan usia, ada yang masih muda di bawah usia 20 tahun sudah siap menikah, namun ada yang sudah berumur bahkan belum sip.
  • Secara Finansial
    Suatu pernikahan tentu membutuhkan biaya dalam setiap prosesnya tidak hanya itu bahkan kehidupan setelah menikah biaya tentu dibutuhkan lebih banyak.
  • Secara Ilmu
    Bekal ilmu dalam suatu pernikahan merupakan landasan awal, minimal ilmu seputar hak dan kewajiban suami istri, hukum pernikahan, mendidik anak dll.
  • Keluarga Besar
    Siap menikah? apakaah keluarga besar juga sudah siap jikalau anaknya menikah?… maka sosialisasikan terlebih dahulu pada keluarga besar.

Prantara Ta’aruf

Ta’aruf tentu saja tidak dapat dilakukan tanpa adanya perantara sebab jelas  Allah melarang setiap hambanya berhalwat atau berdua duaan dengan yang bukan mahramnya, sedang dalam ta’aruf merupakan peroses pengenalan antara kedua belah pihak. Siapa saja yang dapat menjadi perantara?

  • Orang Tua
    Sebagai orang tua pasti lebih mengetahui apa yang terbaik bagi anaknya, namun perlu diingat bukan berarti pilihan orang tua harus di terima seutuhnya jikalau hati tidak sreg dapat juga menolaknya.
  • Keluarga Dekat
    Seperti kakak, adik, paman, tante dll sebagai kerabat dekat tentunya mereka juga mengetahui pasangan seperti apa yang kiranya cocok dengan kita.
  • Teman
    Terkadang teman bahkan lebih mengetahui kepribadian kita dibanding orang tua, maka bisa jadi teman merupan pintu gerbang bagi kita mencari jodoh sebab ia tentu tau mana yang kiranya cocak dengan kita.
  • Guru Mengaji
    Sebagai guru mengaji tentunya ia menghendaki muridnya mendapatkan pasangan yang baik agama dan akhlaknya untuk disandingkan dengan kita.

Perlu diingat bahwa ta’aruf memerlukan perantara, jadi pilihlah perantara sesuai kebutuhan. Setelah diri merasa yakin dan siap untuk menjalani ta’aruf.

Bagaimana Prosedur dan Tata Cara yang Harus Dilalui?

Membahas  prosedur dan tata cara Ta’aruf memerlukan pembahasan yang cukup Panjang , namun disini kita akan sama membahas  seputar ta’arruf secara garis besar yang mudah dipahami insya Allah

Prosedur Ta’aruf

  • Biodata
    Keduan belah pihak mengisi biodata
  • Bertukar Biodata
    Setelah biodata berada ditangan perantara kemudian ada biodata yang sekufu atau setara denganmu baik kriteria dll. Maka akan ditawarkan biodata tersebut, jikalau dirasa cocok maka dapat bertukarr biodata.
  • Pertemuan Pertama (Nadzor)
    Setelah bertukar biodata dan dirasa cocok maka akan lanjut pada tahap nadzor yaitu pertemuan antara dua belah pihak yang di dampingi oleh perantara, nah disinilah memanfaatkan kesempatan untuk bertanya akan hal- hal yang sekiranya perlu untuk ditanyakan.
  • Silaturahmi Keluarga
    Apabila proses dilanjutkan maka pihak pria berkunjung kerumah keluarga wanita, biasanya sudah membicarakan hal hal pernikahan, seperti rencana pernikahan, kapan pernikahan diselenggarakan dll.
  • Lamaran
    Proses ta’aruf dilanjutkan dengan khitbah atau meminang. Dalam hal ini wanita dilarang menerima pinangan pria lain kecuali pinangan telah dibatalkan.

Tata Cara Ta’aruf

  • Menjaga pandangan mata dan hati dari sesuatu yang diharamkan
  • Pokok tema pembicaraan tidak mengandung dosa serta tidak mengandung birahi
  • Tidak melakukan khalwat ( berdua-duaan) yang bukan mahrom
  • Menghindari bersentuhan secara fisik
  • Melindungi aurat masing-masing sesuai dengan aturan Islam

Perlu diingat bahwa setiap tahapan ta’aruf yang dilalui sebelumnya  lakukanlah shalat istikharah memohon petunjuk kepada Allah atas pilihan yang akan diambil (yang terbaik ialah pilihan Allah SWT).

 

Referensi:

  • Hana, Leyla. (2012). Ta’aruf Proses Perjodohan Sesuai Syariaat Islam. Jakarta: Kompas Gramedia.
  • Miftahuljannah, Honey. (2014).Ta’aruf, Khitbah,Nikah, & Talak Bagi Muslimah. Jakarta: PT. Gasindo
  • Mustika, Sidiq M dkk. (2014). Ta’aruf Forever. Yogyakarta: Qudsi Media.
Penulis: Karmila
channel whastapp langkatoday